Membuat Bisnis Bermanfaat Bagi Orang

http://www.bisnisdenai.com/membuat-bisnis-bermanfaat-bagi-orang-lain/

SUATU kali temen saya pernah chatting. Protees… “Heraan deh, tiap hari ngomongin oriflame melulu. Ngomongin duit melulu,”.

Hehehehe…pasti banyak yang terganggu ya. Tapi, sebelum jawab protes tersebut, saya akan berikan sedikit gambaran kenapa saya kok bisnisssNGOTOT amat (pake amat pulak) bisnis oriflame. Tiap hari nyetatus oriflame, gak pernah bosan. Tujuan utama bisnis tentu saja mendapatkan uang. Tapi tujuan yang tak kalah pentingnya adalah ingin memberikan manfaat bagi banyak orang.

Bukankah sebaik-baik manusia adaah yang bermanfaat untuk orang lain.

Saya suka berbisnis, itu udah banyak yang tau. Suami saya lebih GILA lagi, bisnis kecilpun diembat. Tujuan utama kami memang uang, tapi tujuan yang lain adalah menggerakan ekonomi, banyak yang akan merasakan manfaatnya. Satu bisnis saja, maka akan membawa dampak kepada banyak orang. Lebih banyak manfaatnya, daripada saya menyimpan uang saya di bank atau saya simpan dalam bentuk perhiasan emas. hahahaha…saya gak punya perhiasan emas soalnya.

Masih ribet mikirnya ya. Begini, jika saya buka bisnis gas saja, misalnya, maka saya akan membuka pintu lapangan pekerjaan baru untuk tukang angkat gas ke pangkalan, akan buka lahan kerjaan baru untuk tukang angkat gas ke pelanggan saya. Ekonomi baru akan tumbuh. Saya akan dapat uang dan tukang angkat gas saya juga akan dapat uang. Jika saya ingin kaya, maka saya harus ikhlas mengayakan tukang angkat gas saya, membagi sebagian keuntungan dengan mereka. Gak serta merta saya borong semua pekerjaan itu sendiri, bisa modaaar, meskipun keuntungannya full untuk saya.

Ternyata memang benar ya, di dunia ini berlaku faktor horizontal, jika ingin kaya maka kayakan orang lain, ingin sukses maka sukseskan orang lain, ingin pintar makan pintarkan orang lain. Dengan bisnis kita bisa melakukannya, bermanfaat sekali untuk orang lain.

Nah, saya juga ingin mengajak orang lain lebih banyak lagi untuk sukses. Tapi modalnya pasti gede. Iya, saya udah berencana punya ruko, punya salon lengkap dengan kolam renang, dengan restoran, mini market, butik, fitnes. Satu tempat yang bisa dikunjungi banyak orang dengan berbagai kebutuhan. Pasti banyak menampung tenaga kerja. Tapi, hohohoho….modalnya gak kira-kira besarnya. Jika saya tunggu sampai ada modal, saya mungkin udah lebih dulu mati sebelum cita-cita itu tercapai. Saya kapan jadi manusia bermanfaatnya ya…

Sampaaaiii….saya dipertemukan Allah SWT dengan bisnis keren, Oriflame melalui sahabat saya Sri Ida Oktivira. Bisa ternyata dengan oriflame. Ida udah lebih dulu merintis, dan udah lebih dulu bermanfaat untuk banyak donlennya. Super duper iri saya… Banyak yang sukses di bawah arahannya, banyak yang pintar berkat ilmu yang ditransfernya. Banyak yang gak gaptek lagi, ngerti internet marketting, ngerti website segala padahal itu bukan bagiannya ibu rumah tangga seperti saya.

bis Dengan oriflame saya bisa mengajak banyak orang dari seluruh Indonesia untuk sukses bersama-sama. Dengan  d’BCN saya bisa mengajarkan donlen saya untuk memahami ilmu suksesnya. Modalnya tidak perlu gede, yang  penting berani saja. Rasanya saya kok egois, jika hanya kaya sendirian. Padahal saya tahu, di luar sana sangat banyak  orang yang butuh pekerjaan tapi tidak mendapatkan lapangan pekerjaan. Saya mungkin bisa sejahtera dengan gaji  suami saya, tapi saya hanya sejahtera sendiri. Alangkah bahagianya, jika saya juga bisa mengayakan banyak orang.

Kaya setelah mengayakan orang lain, itu efeknya. Iya apa iya?  Jangan takut kaya, jangan takut banyak uang. Kok dunia melulu yang dipikirkan. Woiii…ingat akhirat, itu kata temen saya. hehehe…temen saya gak tau, uang bisa dibawa mati, uang bisa menyogok malaikat untuk mengubah takdir.

Walah, si ira gila, ilmu darimana uang bisa dibawa mati. Saya gak becanda lho. Dalam Islam, ini ajaran nabi kita kok. Kita diwajibkan berzakat (bukan zakat fitrah aja, tapi zakat harta. Zakat harta jika kaya toh), kita diwajibkan haji bagi yang mampu (berarti kita kaya dulu dunk), kita dianjurkan membelanjakan sebagaian harta kita (sedekah), kita dianjurkan mengajarkan anak kita berenang, memanah dan berkuda (olahraga mahal kan ya), kita dianjurkan memuliakan tamu (harus sediakan kamar tamu khusus, jangan disuruh nginap di ruang tamu). Uang bisa dibawa mati jika dibelanjakan di jalan-Nya. Jangan kumpulkan uang kemudian disimpan, tapi kumpulkan belanjakan lagi di jalan Allah.

Cari uang untuk dibawa mati yuk… Jadi manusia bermanfaat yuuuk. Saya kan udah kerja, ngapainn ikut bisnis. hehehehehe…jangan egois ah, lakukan untuk membantu banyak sodara kita yang butuh penghasilan.**