Waspada Bisnis Dengan Skema Ponzi. Apa itu?

http://www.bisnisdenai.com/mengenal-bisnis-skema-ponzi/

ponziPekan lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan izin operasi First Travel. Ada dugaan, biro perjalanan ini menggunakan skema Ponzi.

Atau, pernahkah anda diajak untuk berinvestasi dan di iming-imingi bahwa modal akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar?. Hati-hati, bisa jadi itu bagian dari skema Ponzi.

Apa itu skema Ponzi?

Skema Ponzi merupakan suatu modus penipuan dengan mengajak publik untuk berinvestasi dan menjanjikan tingkat keuntungan yang besar dengan resiko kecil. Skema investasi ini pertama kali dicetuskan oleh Charlez Ponzi pada 1920. seorang imigran Italia, yang menyusun sebuah sistem penipuan dimana sistem ini dapat mempengaruhi publik dan percaya serta memberikan modal untuk di tanam dalam investasi palsu.

Keuntungan yang didapatkan Ponzi dari praktik ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan investor sebelumnya.

Sekitar tahun 1920, Charlez Ponzi bersama perusahan jasanya ‘Kupon Pos’ berhasil meraup 9.5 juta dollar dari 10.000 investor dalam waktu yang relatif singkat. Kasus ini berhasil menjadi kasus penipuan terbesar pada saat itu dan menyeret Ponzi dalam persidangan dengan tuduhan melakukan penipuan finansial.

Dalam sistem Ponzi, calon investor dijanjikan mendapat keuntungan dalam jumlah yang besar. para calon investor juga akan diperlihatkan bukti-bukti keberhasilan investor sebelumnya, meski belum tentu keberhasilan itu nyata. Biasanya setelah melihat bukti keberhasilan, calon investor akan lebih percaya dan mau ikut berpresentasi. Setelah uang masuk ke perusahaan yang menggunakan sistem ini, uang tersebut akan diputar agar penipuan berjalan dalam waktu yang lebih lama dan keuntungan yang didapat akan lebih besar.

Meski sudah ada sejak lama, namun agaknya sistem Ponzi ini dengan mudah tetap bisa menipu para investor. Ini terjadi kemungkinan karena kebutuhan manusia akan uang dalam jumlah yang banyak. Sistem ini juga akan berhasil jika memiliki para pekerja atau marketing yang handal dalm menggaet investor baru.

Di Indonesia sendiri telah banyak perusahaan yang menggunakan sistem skema Ponzi ini. Namun hanya sebagian saja yang mencuat di publik.

Nah, Satuan tugas (satgas) Waspada Investasi OJK menemukan skema yang mirip dilakukan oleh PT First Travel Anugerah Karya Wisata alias First Travel.

Bedanya, kalau di investasi dijanjikan keuntungan tinggi, maka di First Travel dijanjikan umrah dengan harga murah. Kenapa bisa murah? Karena kekurangannya ditutup oleh jemaah lain yang masuk belakangan.

First Travel memiliki 3 produk perjalanan umrah, yaitu paket promo umrah, reguler dan VIP. OJK menghentikan kegiatan penghimpunan dana di paket promo umrah.

Sebab, paket promo biaya umrah yang dipatok First Travel harganya Rp 14,3 juta. Sementara di patokan Kementerian Agama, biaya umrah normalnya berkisar Rp 21-22 juta.

Menurut Tongam mengatakan, First Travel mengaku memberikan subsidi kepada jemaah. Namun akibat subsidi ini lama-lama pihak travel merekrut jemaah baru untuk membiayai dan memberangkatkan jemaah yang sudah bayar.
“Jadi ada semacam gali lubang tutup lubang,” ujar Tongam seperti dilansir detikFinance.

Ini artinya, First Travel mendapatkan dana untuk jemaah lama dari jemaah baru yang menjadi anggota di paket promo tersebut. “Jadi untuk menutupi dana orang-orang yang sudah membayar lebih dulu,” imbuh dia.